MAMA// ADA BERARTI DAN BERNILAI


Foto Istimewa: Nandick_Gethor  
 

Mama
Kaulah satu-satunya wanita,
Yang paham akan suka dan duka,
Tentang kepasrahanku dan perjuangaku yg kadang kurang dihargai
, kadang gagal.

Mama
Kepadamu kututurkan do’a,
Atas segelintir harapan tak sirna,
Untuk membahagiakanmu di akhir masa.

Namun yang terjadi,
Tak sesuai kehendak hati,
Kau mendahului pergi,
Meninggalkan kami sendiri,
Di dunia yang fana ini.

Dunia yang kadang menilai
Kedondong lebih baik dari pada durian.

Mungkin saja tulisan ini juga nantinya

Mereka menilai layaknya kedondong dan durian

Tapi tida apa lah orang Makassar bilang

Dunia ji ini temang, cuek saja.

Mama sayang,
Aku merindukanmu di bayang-bayang,
Memimpikanmu dalam lamunan,
Namun kau tak jua kunjung datang.

Siang begitu panas,
Malam begitu dingin, tanggu
ng jawab begitu besar,

Tantangan begitu hebat.

Selepasnya aku tersadar,

Hanya kaulah yang bisa menenangkan.

Mengerti dan memahami semuanya itu.

Sekuat tenaga menahan tangis,
Akan hati yang kian teriris,
Hidup jadi tak lagi manis,
Semula optimis menjadi pesimis.

Mama sayang,
Selamat tinggal untuk selama-lamanya,
Tenanglah engkau di alam sana,
Do’aku mengalir sepanjang masa,
Semoga kau tenang di alam surga.

Hai dunia, aku tak begitu bersedih,
Itulah kebohongan terbaikku kepada mereka,

Aku terlihat baik-baik saja, dan aman-aman saja

Yach…senyumku menutup semua duka laraku.
Namun di sisi lain, akupun meyakini,
Bahwa Yang Maha Pengampun mengerti,
Atas apa yang aku kehendaki.

 

Mamaku sayang,

kau telah tiada, Kau tak lagi terjaga,
Kami disini merana,
di depan gundukan pusara,
Menyiram dan menanam bunga.
Menyalakan lilin dan melantukan doa

 

Mama, selamat tinggal dan Do’a kulantunkan,
Lagi dan lagi tanpa bosan,
Kaulah secercah semangat dan harapan,
Bagiku untuk menaungi kerasnya kehidupan.

Kerasnya keegoan penghuni dunia

Yang sangat rapuh hatinya

Akan hal-hal kecil yg sangat berarti bagiku.

 

Hari ini anakmu sedikit lebay ma’

Curhat, mengeluh dan kekanak-kanakan

Mungkin dengan jariku menari-nari

Diatas keyboard sambil merangkai kata

Menuangka segala rasa ini

Beban yang menumpuk serta

Pendam yg membelenggu hati, tertuang kedalam media putih ini

Dan bisa membuat rasa ini sedikit nyaman dan legah.

 

Mama…

Semenjak mama pergi..

Semuanya aku awali dari jari-jemariku

Mencari nafka melalui jari, keyboard dan monitor

Mencari solusi dan curhatpun demikian,

Ya boleh dikatakan memulai hidup dengan jari jemari

Mama Saat ini aku tersadar..

Engkau ada berarti dan bernilai.

Love You Mom.

 


 

Penulis: Nandick Darman



Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Semarak Peringatan HUT PGRI Ke-78 Di SMA Negeri 2 Kota Komba: Tarian Caci Menyemarakkan Acara"

OPINI //Peran Pemudah Dan Pelajar dalam Mempertahankan Persatuan Dan Kesatuan Indonesia//

**WA’UNG WOZA LAKA RITUAL WARISAN MANGGA MASI**