Nandik Darman : Jika Doa Tak Mampu Mengembalikanmu Maka Keikhlasanlah Yang Menghantarmu Kesisi Tuhan
Selamat Jalan Bp.Guru tercinta, hari ini rasanya seperti mimpi. Pagi-pagi benar HP-ku berdering, tiba-tiba ada pesan masuk dari seorang teman yang mengungkapkan duka cita yang melarah karena salah seorang guru terhebatnya meninggal dunia, Pak “David Jaik”. Laksana embun penyejuk dalam kehausan teringat saya akan kenangan sewaktu saya dengan beliau pergi “kremo” (menangkap kepiting) di muara wae mokel yang rasanya itu baru saja terjadi kemarin. Sembari tangan merabah-rabah dicelah-celah batu dibawa air untuk mencari kepiting, di muara Wae Mokel kami berbagi cerita dan pengalaman tentang kerasnya kehidupan di dunia ini, tentang bagaiman baiknya bergumul ditengah masyarakat.
Cerita demi cerita kian berlalu canda tawapun menyelinap diantara gurauan beliau saat itu, tak terasa mata hari sudah berada di ufuk barat, kamipun beranjak pulang kerumah. Sepanjang perjalanan aku mendapat banyak pujian dan motifasi dari beliau. Beliau berpesan kepada saya, “ Nak Saya bangga sekali dengan anak muda yang penuh dengan ide creative, tetapi satu yang perlu kamu tahu, bahwa aksi nyatalah yang menentukan apakah kebaikan itu bisa terwujud atau tidak, dan tindakanlah yang mencerminkan pemudah itu adalah agent of chage” Sebuah sentilan yang sangat menggugah hati kecil saya untuk melakukan tindakan dan aksi nyata dari sebua retorikaku selama ini. Benar apa yang orang katakana bahwa logika tanpa logistic adalah “NOL” besar.
Beliau juga pernah memotifasi saya dengan sebuah kata mutiara cantik; “Tak perlu sebagai pekerja tetap nak.! Yang terpenting tetaplah bekerja.!” Kata-kata ini beliau lantukan disaat aku lagi sibuk-sibuknya mencari lapangan pekerjaan, ditengah banyaknya pengangguran di Manggarai Timur kala itu, karna waktu itu aku barusan lulus dari bangku perkuliahan dan ingin melamar kerja di sekolah yang beliau pimpin. Beliau juga berpesan lebih baik menciptakan lapangan pekerjaan dari pada mencari lapangan pekerjaan, “dunia ini keras nak” kita harus ekstra creative.
Walaupun pertemuan saya dengan Pak David sangat singkat dan kebetulan namun saya akan selalu mengenang dengan gebrakan beliau yang benar-benar seorang yang berorientasi pada aksi dan tindakan. Terima kasih sudah mengajarkan banyak ilmu di sebuah pertemuan singkat sewaktu engkau mengajaku untuk berdiskusi di muara wae mokel sewaktu itu.
Kini semuanya tinggal kenangan aku tak akan mungkin bertemu denganmu lagi, padahal aku masi membutuhkan petuamu ‘guru’. Semua ujud doa telah ku lantunkan kepada pemilik nafas kehidupan, agar sudi kiranya engkau dapat kembali berkumpul bersama kami lagi, namun “Doa Ini Tak Mampu Mengembalikanmu, Hanya Keikhlasanlah Yang Mampu Menghantarmu Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa”. Selamat jalan bapa guru, semoga senantiasa dit
erimah didalam kerajaan surga. Amin
![]() |
| Foto istimewa_(David Jaik) |
Penulis & Editor : Nandick Darman

Komentar