Kisah Kapas Terhimpit Bebatuan
Delapanenam.blongspot.com_(Puisi)
Kapas terhempas angin sederhana kemana arah yg dituju tak tau di mana. Tampak aneh di pandang mata tak bersayap tapi berterbangan kian jauh Indah dipandang banyak mata di sana bergerak turun naik seirama dgn terpaan angin seakan bergelombang bahk laut pantai selatan namun apakah dikau tahu susana hatinya saat itu?
Bagaimanakah kisah batinya yg terselubung,terbungkus erat dan rekat?Apakah ia juga menikmati seperti kenikmatan yg engkau rasakan? Tentunya tidak. Kapas yg diterbangkan angin tidak demikian kisahnya.
Ia mengelak tapi tak sanggup. Ia menolak tapi tak kuasa.
Ia merintih tapi tak sanggup. Ia melawan tapi tak kuasa. Ia menangis tapi kering sudah air matanya Ia meminta tolong tapi mulut terkatup rapat. Ia meratap tapi tak terdengar suaranya. Pasrah jadi sahbat setianya. Dimanakah aku ini nanti akan hinggap? Dimanakah nanti aku sampai? Dimanakah pula tempat singgahanku?
Tuhan dengarkan kisahku....biarkan aku jatuh di padang gersang, biarkan aku jatuh di tananh yg tandus. Biarkan aku jatuh diatas batu cadas.... jangan Engkau biarkan aku Tuhan, jatuh di air lepas, aku akan hanyut,dan musnah Harapan dlm doa takan sia-sia karna Dia mendengarkan aku. Terima kasih Tuhan Engkau tak biarkan aku musnah. Walaupun aku jatuh bukan di atas batu cadas melainkan bebatuan.
Walaupun aku jatuh di bebatuan dan kini terhimpit,perih, sesak, teriris,namun aku lebih bahagia karen angin tak sanggup memaksaku terbang karena terhimpit bebatuan kuat.
Penulis: Nong Teteng
Editor: Nandik Darman

Komentar