|| MAGICPEN || - Yang Terlintas Tak Harus Selalu Singga, Dan Yang Kembali Tak Harus Selalu Menetap.

Pernahkah engkau melihat bayangan yang lembut terbentuk di antara cahaya senja? Ia datang begitu cepat, seakan ingin merayu hatimu untuk sejenak menengoknya. Namun, seperti angin yang tak mampu dipegang, bayangan itu pun pergi begitu saja, menghilang di balik cakrawala.

Dalam perjalanan hidup ini, begitu banyak hal yang hanya melintas tanpa meninggalkan jejak. Kata-kata yang terucap dalam sebuah percakapan singkat, senyum yang terukir sejenak di bibir, atau mungkin pertemuan yang tak terduga di persimpangan jalan. Semua itu adalah bagian dari perjalanan, yang datang dan pergi dengan begitu cepatnya. Mereka adalah hiasan-hiasan kecil dalam kisah kita, yang mewarnai langit-langit hati sebelum akhirnya pergi jauh.

Namun, tak semua yang datang akan singgah, begitu pula tak semua yang pergi akan meninggalkan kita. Seperti burung migran yang kembali setiap musim semi, ada juga yang datang kembali. Namun, ingatlah bahwa tak ada yang abadi di dunia ini. Seperti embun pagi yang tak bertahan lama di hamparan rumput, begitu pula kehadiran yang kembali tak harus selalu menetap.

Hidup adalah perjalanan yang penuh dengan pergantian, seperti putaran roda yang terus berputar. Kita merasakan hangatnya matahari dan merindukan kesejukan hujan. Kita bertemu dan berpisah, mencari makna di setiap pertemuan dan perpisahan. Kita menyadari bahwa yang terlintas tak harus selalu singga, dan yang kembali tak harus selalu menetap.

Jadilah seperti daun yang bergerak dengan angin, fleksibel dan menerima segala perubahan. Nikmatilah setiap momen yang singgah, namun juga belajar untuk merelakan ketika ia pergi. Karena dalam alur kehidupan ini, yang tetap ada hanyalah perubahan.

Penulis : Libri_Darman

   Foto_istimewa: Nandic_ Darman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Semarak Peringatan HUT PGRI Ke-78 Di SMA Negeri 2 Kota Komba: Tarian Caci Menyemarakkan Acara"

OPINI //Peran Pemudah Dan Pelajar dalam Mempertahankan Persatuan Dan Kesatuan Indonesia//

**WA’UNG WOZA LAKA RITUAL WARISAN MANGGA MASI**