**Tentang Sebuah Ketulusan yang Hakiki**
Di dalam ruang hati yang penuh makna, terdapat sebuah rasa tulus yang hakiki. Ia seperti cahaya lembut yang memancar dari kejernihan nurani, tanpa beban atau kepentingan tersembunyi.
Rasa tulus ini hadir dalam setiap kebaikan yang dilakukan tanpa pamrih. Ia bersumber dari keikhlasan yang mengalir seperti sungai yang tak pernah kering. Di saat banyak yang terjebak dalam kesibukan dunia yang terburu-buru, rasa tulus ini menjadi oase ketenangan.
Ia hadir di dalam senyuman ikhlas, di balik tindakan tanpa pamrih, dan dalam kebahagiaan orang lain yang menjadi prioritas. Sebuah rasa yang mengajarkan bahwa memberi lebih berharga daripada menerima, dan bahwa kebaikan yang tulus tak pernah mengenal batas.
Rasa tulus yang hakiki melampaui kata-kata. Ia bisa terlihat dalam mata yang bersinar penuh kebaikan, dan terasa dalam hangatnya pelukan yang sungguh-sungguh. Ia membangun jembatan di antara hati, menciptakan ikatan yang kuat di tengah riak kesibukan dunia.
Dalam dunia yang sering kali penuh dengan kepalsuan, rasa tulus yang hakiki menjadi sebuah bendera kejujuran. Ia menuntun kita untuk bersikap rendah hati, menghargai setiap momen, dan menyebarkan kehangatan di sekitar. Dan yang paling nomo satu ialah menerima kenyataa, dan memaafkan orang yang membutuhkan maaf.
Seiring waktu berlalu, rasa tulus yang hakiki menjadi pilar kehidupan yang kokoh. Ia memberikan makna pada setiap langkah, mengubah rutinitas menjadi perjalanan bernilai. Dalam keseimbangan antara memberi dan menerima, rasa tulus ini mengajarkan bahwa kehidupan yang sesungguhnya kaya adalah yang penuh kasih dan kebaikan.
#Nandick_Darman
Komentar