Hujan Dan Rindu®
Ada kalanya hujan turun di tengah terik, menghapus hangatnya mentari yang baru saja menyapa. Seperti itulah rindu, yang datang tanpa diundang, menyelimuti hati di saat yang tak diduga.
Rindu dan hujan, dua hal yang tampaknya tak berkaitan, namun nyatanya sering berjalan beriringan. Hujan, dengan rintiknya yang lembut, seolah membisikkan kisah-kisah masa lalu, membawa kenangan yang telah lama tersimpan. Di saat rindu mengusik, hujan menjadi latar yang sempurna, menambah berat beban di hati yang ingin kembali ke masa-masa indah yang pernah ada.
Namun, ada waktu-waktu di mana rindu datang di saat yang kurang tepat. Ketika langkah sudah jauh meninggalkan, ketika jalan yang dipilih telah berbeda. Rindu itu hadir, menuntut perhatian, menggoyahkan keputusan yang sudah diambil.
Seperti hujan di tengah kemarau, rindu yang datang di waktu yang kurang tepat hanya menambah kekacauan. Ia membawa kerinduan yang sulit diabaikan, memaksa untuk diingat, meski tahu tak ada lagi yang bisa diperbaiki. Tapi seperti hujan yang akan reda, rindu pun akan berlalu, menyisakan langit yang kembali terang, dan hati yang perlahan tenang.
Hujan dan rindu, keduanya adalah bagian dari hidup. Meski terkadang hadir di waktu yang kurang tepat, mereka mengajarkan kita untuk lebih bijaksana, untuk lebih mengerti bahwa setiap rasa, setiap peristiwa, ada waktunya masing-masing. Dan di balik setiap hujan dan rindu, selalu ada harapan bahwa esok akan membawa cahaya baru.
#©||Librian
Komentar